Bangkalan Kota Budaya

Suasana dialog identitas kedaerahan Bangkalan 
(Sumber : Maduraday.com / Nor Aini Wahida)

Maduraday.com, BANGKALAN - Madura merupakan salah satu pulau yang masuk kedalam provinsi Jawa Timur. Kabupaten yang ada di dalam Pulau Madura-pun dibagi menjadi empat, yaitu Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Bangkalan merupakan kabupaten yang paling dekat dengan kota Surabaya, belum lagi akses yang mudah baik melalui darat maupun laut. Jika melalui darat dapat menggunakan akses Jembatan Suramadu yang dibuat beberapa tahun silam. Sedangkan bila ingin melalui laut dapat melalui Pelabuhan Tanjung Perak. 

Dengan adanya akses yang mudah melalui darat dan laut, persoalan susahnya berpergian dari Madura ke Surabaya, maupun sebaliknya dapat teratasi dengan mudah. Namun, walau begitu ada sisi negatif dari kemudahan yang telah tertera diatas. Pasalnya, Madura khususnya Bangkalan merupakan kota yang kaya akan budaya. Namun dikarenakan adanya akses yang mudah antara Madura dan Surabaya banyak terjadi pertukaran budaya yang mengakibatkan budaya Bangkalan sendiri menjadi tergerus. Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Bangkalan mengadakan seminar yang bertajuk “Dialog Identitas Kedaerahan Bangkalan” (17/11/18).

Acara tersebut diawali dengan lagu-lagu daerah setempat, yang kemudian dilanjut dengan tari tradisional, penampilan pencak silat serta musikalisasi puisi. Acara yang belangsung di Pendopo Pemerintahan Kabupaten Bangkalan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting di Kabupaten Bangkalan yakni R. Abdul Latif Imron (Bupati Bangkalan) yang diwakili oleh stafnya, Imron Rosyadi SE., M.Si. selaku ketua DPRD Bangkalan, Rd. Abdul Hamid Mustari selaku sejarawan Bangkalan, dan R.M. Hasan Sasra yang merupakan budayawan Bangkalan. Puncak dari kegiatan tersebut yakni adanya dialog interaktif dengan para pemateri. Rd. Abdul Hamid Mustari memaparkan sejarah kota Bangkalan tempo dulu, serta tak lupa ia menjelaskan dengan budaya-budaya Bangkalan yang sering diabaikan oleh masyarakatnya sendiri. "Saya berharap setelah usainya acara ini, semua yang dipaparkan oleh para pemateri tidak hanya diketahui, dan dimengerti oleh peserta, melainkan harus dilakukan tindak lanjut terkait dengan kebudayaan tersebut, khususnya bagi mahasiswa-mahasiswi yang menempuh studi di Bangkalan" ujar Abdur Rosyid selaku ketua pelaksana. (ADT)

Posting Komentar

0 Komentar