Batik Bekasi Karya Desainer Indonesia Siap Dipamerkan di Belanda

Desainer Dwi Kartika Sari saat Menunjukkan Salah Satu karyanya yang akan Dipamerkan di Belanda
(Sumber : Liputan6.com)

Maduraday.com, JAKARTA – (18/11/18) Dilansir dari Liputan6.com. Memang sudah menjadi identitas Indonesia dengan beragam pulau, budaya, etnis dan suku, Indonesia disebut-sebut sebagai taman sari pusparagam budaya. Sudah sepatutnya kekayaan yang luar biasa ini dilestarikan dan dikembangkan oleh bangsa Indonesia sendiri, dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah batik. Eksistensi batik bisa dilihat di banyak daerah, baik Jawa maupun pulau-pulau di luar Jawa.

Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan Cirebon merupakan beberapa daerah yang terkenal oleh batiknya. Tetapi, kini hampir tiap daerah di Indonesia punya batik sendiri sebagai identitas, bahkan termasuk daerah Bekasi yang mungkin belum banyak diketahui. Batik Bekasi memiliki motif dengan 11 pakem yang diambil dari kearifan lokal. Hal inilah yang bisa membedakan dengan batik-batik dari daerah lain. Ke-11 pakem tersebut adalah pakem Kecapi, Golok, Rumah Adat, Bambu Kuning, Tarian Betawi, Enceng Gondok, Tugu, Lele, Dunian, Gabus, Teratai. Batik Bekasi juga sudah memiliki hak merek dari HAKI sejak tahun 2014. Selain itu ciri khas batik Bekasi juga warnanya yang cerah. 

Desainer Dwi Lestari Kartika berencana akan memamerkan koleksi rancangannya yang terbuat dari bahan kain batik Bekasi dalam ajang Modest Heritage Indonesia di Den Haag, Belanda, pada Desember mendatang untuk mengangkat kain batik Bekasi ke kancah dunia.
 “Saya ingin memamerkan batik Bekasi karena kurang terekspose, motif-motifnya bagus, unik, jadi saya ingin memperkenalkan batik Bekasi ke internasional,” kata Dwi Lestari.

Rencananya, Dwi Lestari akan membawa delapan koleksi busana yang terbuat dari kain batik Bekasi di ajang tersebut supaya batiknya lebih terekspose dan juga bisa memperkenalkannya. 
“Enam untuk fashion show, dan dua akan diparadekan. Untuk yang fashion show konsepnya ready to wear, cuma ada glam-nya ditambah dengan payet-payet yang dibordir,” kata Dwi Lestari. (WS) 

Posting Komentar

0 Komentar