Bergantung Hidup dari Bekerja Sebagai Pemotong Kapal

Para pekerja belum mendapat baju yang layak untuk menjaga keamanan diri mereka (Sumber : Maduraday.com/Nurul Hidayah)

Maduraday.com, BANGKALAN - Kehidupan pada jaman sekarang sangat keras, mencari pekerjaanpun sangat susah. Inilah bukti bahwa masyarakat akan melakukan pekerjaan apapun untuk mendapatkan uang demi menghidupi keluarganya.

Kamal merupakan salah satu kecamatan yang berada di ujung Bangkalan, setelah menjadi kota mati akibat terbangunnya  jembatan suramadu, mengakibatkan desa kecil ini tak terlihat. Sekarang untuk bertahan  hidup, masyarakat disini bekerja sebagai pemotong kapal. Pekerjaan yang sangat berbahaya karena harus bekerja di pinggir laut dengan alat dan baju seadanya. Mau tidak mau memang masyarakat disini harus bekerja walaupun beresiko tinggi, karena di tempat ini lapangan pekerjaan sangat sedikit.
“sebenarnya memang berbahaya harus memotong kapal-kapal besar ini dengan alat seadanya dan terbatas. Apalagi disini harus waspada takut masih ada minyak-minyak yang masih tersisa di dalam kapal yang dapat memicu kebakaran” ujar Hamid selaku pekerja kapal. Hal ini juga disambung oleh Salim “ Kami ingin mempunyai setidaknya baju khusus yang tahan api dan air untuk menghindari percikan api saat pemotongan kapal dilakukan. Sudah banyak luka bakar yang kami alami saat pemotongan, walaupun tidak terlalu besar lukanya tetapi cukup menyakitkan”, ujarnya. (nh)

Posting Komentar

0 Komentar