Cloudera Berhasil Mencegah Berita Hoaks

CEO Cloudera Tom Reily saat publikasikan Cloudera Menjaring Hoaks
 (Sumber : Liputan6.com)

Maduraday.com, JAKARTA – (16/11/18) Dilansir dari Liputan6.com, salah satu perusahaan penyedia solusi yakni Cloudera, memanfaatkan big data, machine learning, dan kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence). Upaya-upaya yang dilakukannya adalah dengan memberantas penyebaran informasi hoaks, dan juga berita bohong. Cloudera juga bekerjasama dengan situs berita Reuters—lewat Thomson Reuters—dengan menciptakan tool bernama Reuters Tracer.
 “Kita harus akui sumber berita kini begitu banyak diakses lewat Twitter. Namun tantangannya, sulit untuk bisa memilah informasi yang asli dan palsu dari situ. Karenanya, kami bekerjasama dengan Thomson Reuters untuk membantu jurnalis dan kalangan profesional menemukan berita bohong dengan bantuan machine learning dan sistem analitik,” ujar CEO Cloudera Tom Reilly kepada Tekno Liputan6.com di Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Tom mengklaim bahwa Reuters Tracer adalah jurnalis bot yang sudah terlatih yang dapat memilah 13 juta twit setiap harinya untuk mendeteksi apakah ada twit mencurigakan yang berisikan berita palsu atau tidak. Jika twit tersebut bersifat opini, maka Reuters Tracer bisa memutuskan apakah itu bersumber dari ahli.Reuters Tracer juga menyediakan fitur skor berita untuk setiap twit yang dilihat, setiap twit akan diskor dari rendah ke tinggi untuk membuktikan kredibilitas informasi yang disajikan.
“Reuters Tracer dirancang dengan platform terkini Cloudera berbasis machine learning dan advanced analytics,” sambung Tom.
Dengan demikian, ia dapat bekerja secara akurat untuk menganalisis informasi dengan cepat. Cloudera mengklaim Reuters Tracer dapat bekerja kurang dari 40 milidetik dalam mendeteksi setiap informasi yang disajikan. (RY)

Posting Komentar

0 Komentar