Dunia Pendidikan Indonesia: Dapatkan Prestasi, Siswi Dihukum Hingga Trauma

Kekerasan guru terhadap muridnya
 (Sumber : kompas.com)




Maduraday.com, BATANG -  (15/11/18) Suasana kelam kembali menyelimuti dunia pendidikan di Indonesia, setelah kemarin ada peristiwa sekelompok murid yang bercanda secara tidak wajar terhadap gurunya, tanpa ada kesantunan sama sekali, kini dunia pendidikan di Indonesia lagi-lagi di hebohkan dengan sesuatu yang tak kalah mengherankan. Dilansir dari Tribun Jateng TV, seorang siswi SMK dihukum jongkok keliling lapangan hingga mengakibatkan melepuhnya kaki siswi tersebut. Awalnya siswi yang berinisial AR ini dihukum lantaran tidak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pramuka yang diadakan disekolahnya. Bukan karena tak beralasan, AR tidak mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan ia mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu perwakilan dari Batang untuk cabang arung jeram. AR yang berusia 16 tahun ini juga berhasil meraih semua medali yang masing-masing berjumlah satu. Mirisnya, bukan apresiasi yang ia dapat, salah seorang gurunya tetap bersikeras untuk  menghukumnya. Dengan sepatu yang dilepas, siswi kelas X itu disuruh jalan jongkok mengitari lapangan sekolah sampai  15 kali. Akibat kejadian ini AR menjadi trauma.  

Sangat disayangkan dengan hukuman yang diterapkan oleh guru tersebut, padahal ada berbagai cara menghukum yang lebih edukatif dan efisien dan tidak menimbulkan kerugian apalagi efek trauma terhadap psikologis anak. Jika sudah berkaitan dengan tindakan fisik, hal ini bisa terjerat kasus hukum sebagaimana yang tercantum dalam  Undang-Undang Nomor  35 Tahun 2014 yang secara tegas mengatur setiap orang untuk tidak menempatkan, membiarkan, melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak, jika dilanggar maka sanki pidananya penjara maksimal 3 tahun 6 bulan atau denda maksimal sebesar Rp 72 juta rupiah. Menanggapi kasus ini, pihak sekolah  berkunjung dan meminta maaf terhadap AR beserta keluarganya. “Memang itu kelalaian ya, ya kecelakaan sehingga menyebabkan cedera terhadap siswi, tetapi kita sudah mediasi ke pihak keluarga dan sudah damai,” ujar HSP, selaku pengampu ekstrakulikuler Pramuka. (CT)

Posting Komentar

0 Komentar