Istri Cari Nafkah, Suami Malah Cabuli Anak Kandungnya



Sejumlah barang bukti dan pelaku pencabulan di Garut (Sumber : Liputan6.com)


Maduraday.com, GARUT – Dilansir dari Liputan6.com, Diduga tak tahan menahan hasrat seksualnya, seorang ayah di Garut tega mencabuli putri kandungnya sebanyak puluhan kali. Perbuatan hina tersebut dilakukan saat sang istri tengah bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Berdasarkan pengakuan tersangka J (44), pertama kali melakukan kelakuan bejatnya saat LY (17), putri semata wayangnya tengah tidur seorang diri. Saat sang anak menolak, tersangka yang berprofesi sebagai pedagang aksesoris kerudung ini kerap mengancam dan melakukan tindakan kekerasan terhadap putrinya.
“Korban mengaku ditampar, ditendang bagian punggung, dan lengan dan diancam (dibunuh) jika ia berani melaporkan,” ujar Kepala Kepolisian Resort Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Rabu (21/11/18). “Perbuatan tersangka dilakukan hampir setahun dalam kurun waktu Desember 2017 hingga Oktober 2018. Tersangka melakukan itu hingga 20 kali terhadap korban,” tambahnya.
Namun sepandai – pandainya seseorang menutupi keburukan, maka akan terungkap juga. Akhirnya, kelakuan bejat sang ayah terungkap saat paman korban yang merupakan anggota keluarga tersangka merasa curiga karena keponakannya selalu terlihat murung, hingga akhirnya sang paman melaporkan kejadian tersebut. “Tersangka sempat bersembunyi dari pengejaran petugas saat mengetahui ada laporan, namun akhirnya berhasil ditangkap kemarin,” ujar Kasatreskrim Polres Garut Auliya Rifqie A Djabar menambahkan.
Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 76 D jo pasal 81 atau pasal 76 E jo Pasal 82 UU RI No. 23 tahun 2002 perubahan atas UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Tersangka dijerat hukuman 15 tahun penjara plus 1/3 masa hukuman,” ujar Budi
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, terdapat dua buah barang bukti berupa satu buah celana pendek berwarna hitam bermotif batik dan satu kaus lengan pendek berwarna putih ikut diamankan. Sementara itu, untuk melindungi masa depan korban yang terbilang masih di bawah umur, lembaga P2TP2A kabupaten Garut akan membimbingnya agar tidak mengalami gangguan psikologi akibat trauma kejadian tersebut. (BL)

Posting Komentar

0 Komentar