Jokowi  Anugerahkan  Gelar  “Pahlawan Nasional” Kepada Kakek Anis Baswedan

Prosesi penganugerahan gelar ‘Pahlawan Nasioal’ salah satunya kepada Abdurrahman Baswedan yang diwakili oleh Anies Baswedan, cucunya (foto:CNNindonesia.com)



Maduraday.com, Jakarta - Dilansir dari CNN Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh istana negara Satu di antaranya adalah kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Abdurrahman Baswedan alias AR Baswedan.
Keputusan penganugerahan gelar pahlawan nasional itu termaktub dalam Keputusan Presiden Nomor 123/TK/2018. Keputusan itu ditandatangani Jokowi pada 6 November 2018 dengan pedoman Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
"Kita menyampaikan apresiasi, terima kasih kepada pemerintah. Kronologinya proses ini dimulai kalau tidak salah tahun 2010, dan yang mengusulkannya adalah Yayasan Nation Building dipimpin oleh Bapak Edi Lembong almarhum," beber Anies Baswedan. Ia juga mengungkapkan bahwa sejak 2012 nama kakeknya sudah diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan bersama sembilan pejuang lainnya.

Anies Baswedan bercerita, kakeknya pernah menjadi Menteri Muda Penerangan pada tahun 1947, yang bertugas ke Mesir untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan Indonesai secara de facto dan de jure. Ia pun merasa bangga karena kakek yang ia sayangi mendapat penghargaan dari pemerintah.

"Tahun 2012 dewan sudah memutuskan untuk mendapatkan gelar pahlawan. Tapi pada tahun 2012 itu Presiden memutuskan, hanya dua yang diberikan, yaitu Soekarno dan Hatta, karena ternyata baru disadari mereka berdua belum mendapatkan gelar pahlawan," jelas Anies Baswedan. Kemudian, lanjutnya, pada 2015 diproses kembali oleh Kementerian Sosial, dan akhirnya tahun ini diputuskan oleh Presiden Jokowi. 

Selain kakek Anies, enam sosok yang dianugerahkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi yaitu :

1) Mantan Menteri Pekerjaan Umum, Pangeran Mohammad Noor
2) Pejuang dari Sulawesi Barat, Agung Hajjah Andi Depu
3) Pendiri Perguruan Tinggi Islam Al Khairiyah Citangkil Kota Cilegon, Brigjen TNI (Purn) KH. Syam'un
4) Jaksa Agung periode 1945-1946 Kasman Singodimedjo yang juga menjabat Menteri Muda Kehakiman pada Kabinet Amir Sjarifuddin II 
5) Ahli Strategi Perang melawan Belanda di Bangka Belitung, Depati Amir


Posting Komentar

0 Komentar