KASUS DOSEN MESUM DI UIN BANDUNG DALAM PROSES PENYELIDIKAN

Ilustrasi pemerkosaan (Sumber Detiknews.com)



Maduraday.com, BANDUNG - Dilansir dari Detiknews.com. Seorang oknum dosen yang sedang dalam kasus penyelidikan pelecehan seksual oleh tim khusus di kampus UIN Bandung. Rektorat UIN Sunan Gunung Djati Bandung membentuk tim khusus yang siap untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasil penyelidikan jadi dasar tindakan selanjutnya.
Isu pemerkosaan dua mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung telah tersebar luas melalui pesan singkat SMS dan BBM sejak Minggu (2/12). Ahmad Sarbani adalah pimpinan Tim Pemeriksa Pelanggaran Kode Etik Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rektor UIN Bandung menyerahkan sepenuhnya kepada tim tersebut untuk mencari fakta-fakta yang ada di lapangan.
"Kami dalam tim berjumlah 9 orang mencari fakta-fakta terkait kasus ini di lapangan," kata Ahmad Sarbini saat ditemui detikcom, Selasa (20/11/2018).
Hasil dari investigasi Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu mengatakan bahwa akan diserahkan kepada Rektor. Keputusan sanksi nanti akan di tangani oleh Komisi Etik Senat UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
"Nantinya komisi etik yang menentukan adanya pelanggaran atau tidak. Termasuk sanksi yang akan diberikan kalau terbukti salah," tutur Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Sejumlah korban sebelumnya pernah buka suara mengenai pelecehan seksual yang diduga  dilakukan oleh salah seorang oknum dosen berinisial R. Peristiwa semacam itu terjadi sepanjang tahun 2016 - 2018. Modus Pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen di Fakultas Dakwah itu berawal dari bimbingan skripsi. Perlakuan tidak mengenakan yang dialami kepada korban baik verbal maupun fisik. (PTR)

Posting Komentar

0 Komentar