Keunikan Dibalik Acara English Week

Peniupan lilin dalam acara Dies Natalis Sasing 
(Sumber : Maduraday.com/Distyra Elliktrica Sari)

Maduraday.com,Bangkalan - (10/11/2018) Dalam acara EW (English Week) yang diadakan oleh Program Studi Sastra Inggris menarik banyak perhatian dari berbagai kalangan. EW sendiri merupakan acara tahunan yang diadakan oleh pihak prodi sassing pada tanggal (09/11/2018). Acara ini sebenarnya seperti acara diesnatalis. Acara ini sudah berlangsung sebanyak 5 kali. Untuk diesnatalisnya sendiri sudah memasuki tahun ke-13.
Untuk rangkaian acaranya sendiri sudah dilaksanakan dari tanggal 5-9 November 2018. Mulai dari acara kompetisi yang ada 9 sampai puncaknya kemarin yang diadakan di halaman gedung pertemuan. Untuk tema dari acara pada kemarin malam ini mengangkat tema “The Night Of Sparkling” (malam yang gemilang dan malam yang penuh dengan kebahagiaan). Tentunya dengan di tunjang oleh penampilan dari beberapa band, yakni Blue Murder dan penampilan dance dari mahasiswa prodi sasing sebagai pemanis untuk acara diesnatalis prodi sasing kali ini.
Dresscode yang digunakan mereka, mengambil tema dresscode  dilan, karena dilan sendiri lagi booming dikalangan remaja saat ini apalagi di setiap adegan dilan membagikan sisi romantis yang diharapkan oleh para panitia bisa memeriahkan acara pada malam hari ini. “Acara kali ini diberharap semoga kedepannya lebih baik tentunya bisa membuat acara yang lebih spektakuler lagi” ujar Zaiful Rusdiyanto sebagai ketua pelaksana acara english week.
Untuk tamu undangan yang datang mulai dari dosen sasing, gubernur fisib, serta seluruh badan kelengkapaannya dan juga seluruh mahasiswa sasing. Karena dalam acara ini sebenarnya masuk dalam persensi kuliah jadi masih dalam konten perkuliahan , maka dari itu para mahasiswa wajib datang untuk memeriahkan acara kali ini.
 Acara ini memang berbeda dari acara-acara diesnatalis yang diadakan prodi lainnya karena dalam setiap acara mereka mengunakan bahasa inggris ada yang namanya arena english. Jadi setiap peserta wajib menggunakan bahasa inggris dalam berkomunikasi jika melanggar maka akan dikenakan denda. Itulah uniknya acara yang diadakan prodi sasing dari prodi yang lain.
“Semoga kedepannya prodi sassing semakin kompak dan tentu kedepannya dapat membuat acara lebih meriah lagi dan dapat berkontribusi bagi prodi, fakultas, maupun universitas trunojoyo ini”, ujar Aidi Samrodis selaku wakil ketua umum Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Inggris. (DES)

Posting Komentar

0 Komentar