Makam Rato Ebuh, Situs Sejarah yang Harus Tetap di Lestarikan

 
Peziarah Sedang Mengunjungi Makam Rato Ebuh Aermatah, Bangkalan (Sumber : Maduraday.com/Bayu Ainur Sidiq)

Maduraday.com, BANGKALAN - (11/11/2018) Makam Aer Mata Ebuh menjadi salah satu situs budaya yang mendapat perlindungan khusus dari pemerintah. Sebab situs peninggalan sejarah ini sudah dilakukan kajian dan layak menyandang status sebagai cagar budaya. Hal itu disampaikan Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominan. Dia menerangkan, "Makam Aer Mata tinggal menunggu surat keputusan (SK) bupati sebagai salah satu syarat mendapat status cagar budaya dari Direktorat Jenderal Kebudayaan. Direkomendasikan oleh pusat. Sekarang dalam proses penetapan SK kepala daerah. Sebelumnya kami ajukan dan sudah dirapatkan oleh tim ahli cagar budaya dari pusat", ungkapnya. Dia menerangkan, pihaknya mengaku terus melakukan kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan selama pengajuan ke pemerintah pusat. Menurutnya, penetapan situs peninggalan sejarah menjadi cagar budaya nasional tidak mudah.
Syarat-syarat yang perlu dilengkapi cukup berat. Sebab tidak hanya dinilai dari usia. Melainkan juga secara garis historis tempat itu bisa dijadikan dasar yang kuat sebagai bukti sejarah. Sehingga bisa diakui sebagai cagar budaya.
Selain itu pihaknya juga berkordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Diterangkan, ada sembilan situs budaya yang diajukan untuk ditingkatkan statusnya. Namun situs sejarah yang memenuhi syarat hanya Makam Aer Mata Ebhu.
"Makanya selama ini kita selalu berkordinasi dengan BPCB dan Kemendikbud. Sampai sekarang masih dalam tahap konsolidasi intens dengan mereka," jelasnya. Diharapkan penetapan Makam Aer Mata Ebhu sebagai cagar budaya nasional nantinya bisa merambat kepada situs budaya lain. Sehingga semua situs budaya yang ada di Bangkalan terlindungi oleh undang-undang.
"Ini dasar kami untuk terus melanjutkan berkoordinasi dengan pusat. Sehingga status cagar budaya nasional bukan saja pada Makam Aermata. Tapi situs budaya yang lain," harapnya.
Selain itu, dia berharap masyarakat juga bisa ikut menjaga keberadaan peninggalan sejarah. Sehingga generasi selanjutnya bisa mengetahui sejarah dengan melihat langsung bukti sejarah itu sendiri. "Kalau ada buktinya kan gampang untuk diketahui," ungkapnya.(Bas)

Posting Komentar

0 Komentar