Menarik! Mengingatkan suasana zaman 70-an dan Menyindir Realita Kehidupan

Dua aktor blue minder menampilkan drama yag berjudul pakaian dan kepalsuan dalam acara pentas tunggal (Sumber : Nur Aini Wahida) 


Maduraday.com, BANGKALAN - (22/11/2018) Karya seni berupa drama yang dipentaskan, menjadi suatu hal yang menarik untuk dilihat. Pada hari Kamis, sejak pukul 19.00 sampai 22.00 WIB, organisasi mahasiswa UTM Blue Murder (UKM Fakultas Teknik) yang termasuk komunitas pecinta seni, menyuguhkan dua pementasan drama menarik dalam event yang mereka gelar di Gedung Student Center (GSC) UTM. Event yang memiliki nama PENGGAL (Pesta Tunggal) yang menampilkan dua drama tersebut bertemakan pandan wangi.
Acara yang berteman pandan wangi tersebut berlangsung meriah dengan ditampilkannya dua drama yang berjudul bulan bujur sangkar serta pakaian dan kepalsuan. Menurut ketua pelaksana PENGGAL tersebut, dipilihnya tema pandan wangi karena pada tahun 70-an bau-bau pandan pada zaman itu menggambarkan hal-hal mistis. Sebagai penyelenggara, Komunitas pecinta seni (Blue Murder) ingin menampilkan drama yang bernuansa era zaman 70-an. kita memilih tema pandan wangi, karena ingin menampilkan naskah drama yang bernuansa era 70-an. Tutur Marcrel, ketua pelaksana acara Pesta tunggal tersebut.
Salah satu drama yang berjudul pakaian dan kepalsuan yang disutradarai oleh Boteng (Mahasiswa Fakultas Teknik) tersebut menjelaskan bahwa drama tersebut menggambarkan seseorang yang memiliki profesi, namun memanfaatkan profesinya dimanfaatkan sebagai kedok untuk kepentingan pribadi. Dan Sutradara ingin memeberikan pesan kepada pada penonton, bahwasannya banyak di dunia ini yang menggunakan profesi atau jabatan sebagai bahan pencitraan. saya ingin memberikan  pesan pada penonton melaui aktor saya, bahwa ada sebagian pejabat atau orang yang berprofesi, ini menggunakan profesinya sebagai tujuan tertentu. Terang Boteng, Sutradara drama pakaian dan kepalsuan.
Hal lain yang menarik dari drama pakaian dan kepalsuan yaitu, drama tersebut menceritakan apa yang ada dikehidupan sekarang. Diceritakan bahwa ada seorang pejabat berlagak sebagai orang yang berpengaruh pada Negara, namun itu semua dilakukan hanya sebagai bentuk pencitraan. Salah satu penonton berinisial TK mengatakan kalau yang aku rasa sih, apa yang ada di drama itu kayak bener-bener real banget dengan kehidupan sekarang, kayak ada orang yang berlagak sok kerja demi rakyat, padahal Cuma dibuat kedok buat pencitraan diri. Tutur salah satu penonton drama tersebut. (MN)

Posting Komentar

0 Komentar