‘Merdeka!’ Surabaya Benar-benar Merdeka

Pemeran Soekarno melewati kerumunan warga yang menghadiri pagelaran Drama Kolosal Surabaya Membara dengan tema ‘Gubernur Suryo’ di depan kantor Gedung Gubernur Jawa Timur, Jl Pahlawan. (sumber : Maduraday.com/Dhimas Rahmat) 


Maduraday.com, SURABAYA – (09/11/2018) Peringatan Hari Pahlawan 10 November 1945, yang bertempat di depan kantor Gedung Gubernur Jawa Timur, Jl Pahlawan kemarin, memberikan nuansa kebangsaan bagi ribuan masyarakat dari banyak kalangan. Drama kolosal Surabaya Membara dengan tema ‘Gubernur Suryo’ ini, juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Terpilih, Khofifah Indar Prawansa yang tidak luput memekikkan semarak ‘Merdeka’ di hadapan para penonton.
 “Gubernur Suryo patut untuk terus dikenang , khususnya pemuda yang ada di Surabaya. Karena sikap beliau yang bijaksana dan gagah berani akan terus menjadi inspirasi penerus perjuangan.” Ujar Akhmad Miftahul Ulum, atau yang lekat disapa dengan Gus Ulum selaku Presiden Hore Surabaya saat ditemui oleh pewarta Maduraday.com.
Acara yang digelar setiap tahun ini, selalu dipangkas dengan konsep-konsep yang berbeda. Tentunya sebagai ajang refleksi bagi ‘Arek-arek Suroboyo’ dalam menuai spirit pahlawan di kalangan pemuda. 
Seperti yang diterangkan oleh Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Taufik Monyong dalam sambutannya, bahwa anak-anak muda yang dilihat hari ini adalah anak-anak muda di masa depan. “Inspirasi yang ada pada leluhur kita, harus dijaga dan diteruskan”, ujarnya.
Surabaya memang benar-benar telah merdeka. Setelah kekelaman pada pertempuran 10 November menjadi duka dan optimisme perjuangan yang harus terus digalakkan. Taufik Monyong menambahkan, bahwa umur tidak begitu lama, namun yang perlu dipikirkan sebagai kalangan muda adalah apa yang perlu diberikan untuk bangsa. Inspirasi dari leluhur harus dijaga dan dilestarikan.
Dalam pertunjukannya, terlihat sosok yang memerankan Bapak Soekarno dengan mobil antiknya, atraksi TNI dan pemuda dalam bertempur melawan penjajah, hingga sosok sekutu pun juga diperankan dalam drama kolosal tersebut. 
 Meski dilanda duka, karena sejumlah penonton jatuh dari jembatan saat Kereta Api (KA) KRD rute Sidoarjo-Bojonegoro melintas, masyarakat tetap dihimbau untuk tetap memperhatikan keselamatan pribadi. “Saya Menghimbau agar masyarakat tidak menyebarluaskan video atau gambar, sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada keluarga korban. Surabaya harus tetap Merdeka.”, ungkap Gus Ulum. (RA)

Posting Komentar

0 Komentar