Ngaji Aswaja dan Kebangsaan, Dakwah santri di Era 4.0

Aktifis Front Nahdziyin untuk keberdayaan sumberdaya alam (FNKSDA) Rizal Mumazziq menyanyikan lagu ya lalwathon bersama para ustadz di ponpes TABAH. (Sumber : Maduraday.com/Mohammad Nu'man)

Maduraday.com, LAMONGAN – (10/10/2018) Memperingati hari pahlawan nasional dan Haul pendiri pondok, Forum Silaturrahim Alumni Tarbiyatut Tholabah wilayah Surabaya, Madura, dan Sidoarjo (FITRAH) mengadakan seminar ngaji aswaja dan kebangsaan yang mendatangkan pemateri dari aktifis FNKSDA Dr. Rizal Mumazziq, M.Hi. Acara tersebut melibatkan seluruh kalangan snatri dan mahasiswa serta guru-guru yang ada di Tarbiyatut Tholabah dan diselenggarakan di Aula pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah. Dilaksanakan pada 10 November 2018 seminar tersebut bertepatan dengan hari pahlawan nasional. 
Dengan mengusung tema “Dakwah santri di Era 4.0” aktifis FNKSDA tersebut  mengharapkan seluruh santri di Indonesia, ketika keluar dari pesantren bisa mengamalkan ilmunya dan sebar luaskan ke masyarakat dan memanfaatkan teknologi di era sekarang dengan baik dan benar untuk kepentingan dakwah. “Apa yang dipelajari di pesantren ini, dikemas dan dibagikan dengan memanfaatkan media sosial”. Himbau Rizal Mumazziq saat memberikan mater. Pria yang juga termasuk dosen di IAI jember tersebut juga menambahkan bahwasannya di zaman sekarang para santri harus berhati-hati dengan berbagai aliran yang mengaku aswaja, namun faham yang mereka anut bersimpangan dengan kenasionalismean. Para santri harus membentengi diri dari faham-faham radikal. Beliau mengatakan “ketika berdakwah, itu dibutuhkan dakwah yang bijak dan harus membentengi diri terhadap radikalisme”. Tegasnya. Para santri, ketika keluar dari pondok harus bisa membentengi diri dengan faham aswaja dan tidak terpengaruh oleh berbagai macam faham di Indonesia. Ketua umum fitrah mengatakan “acara ini diselenggarakan untuk membentengi para santri agar ketika keluar dari pesantren bisa membentengi diri dan mewujudkan nilai-nilai ahlussunnah waljama’ah”. Ujarnya ketika diwawancarai di Aula ponpes TABAH pukul 11:28 10/10/2018.
Di era 4.0 atau biasa disebut dengan era revolusi industri peran para santri terancam menipis, dikarenakan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, dengan adanya ngaji aswaja dan kebangsaan ini, diharapkan para santri termotivasi untuk tidak mudah menyerah dalam bersaing di era sekarang dan tetap mendakwahkan apa yang mereka dapat dengan berlandaskan ahlussunnah waljama’ah. “semoderen apapun zamannya santri juga bisa mengikuti zaman” ujar ketua pelaksana Ah. Hizbullah Mawardi (FITRAH) ketika diwawancarai di Aula ponpes TABAH pada pukul 11:21 (10/10/2018). (MN)

Posting Komentar

0 Komentar