Ngaku Diculik, Polisi Duga Bocah 9 Tahun Ini Berbohong

Bocah 9 tahun yang mengaku diculik memberikan keterangan kepada polisi bersama ibunya. (Sumber : Detik.com)

Maduraday.com, MOJOKERTO - Dilansir dari detik.com, bocah sembilan tahun ini mengaku menjadi korban penculikan, namun polisi banyak menemukan kejanggalan terhadap bukti yang mereka dapatkan. Petugas masih menunggu hasil dari pemeriksaan kejiwaan terhadap korban untuk ditindaklanjuti. 
Berdasarkan penuturan Kasat Reskrim Mojokerto AKP Muhammad Sholikhin Fery terdapat ketidaksesuaian data dari bukti terhadap pengakuan korban. Bukti dari rekaman CCTV di Simpang 5 Kenanten sangat jelas menunjukkan bahwa bocah ini tak pernah bersama dua orang yang ia sebut menculiknya. "Ada beberapa fakta-fakta di lapangan tidak sesuai dengan yang disampaikan," kata Fery saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/11/2018).
Untuk penindakan lebih lanjut Fery masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap masalah kejiwaan korban yang berasal dari Kecamatan Puri, Mojokerto tersebut. "Hasil psikolog masih belum keluar. Dari kemarin orangnya ngomong besok-besok terus," tuturnya.
Kronologi peristiwanya adalah saat seorang bocah berusia 9 tahun mengaku diculik 2 pria tak dikenal saat pulang mengaji di Dusun Tegalsari, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto pada Minggu (4/11) sore. Korban mengaku dibawa pelaku ke rumah kosong di blok A 2 No 34, Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Bocah yang masih duduk bangku kelas V SD ini mengaku bisa meloloskan diri saat pelaku penculikan lengah. Korban pun mengadu ke ibunya. Bersama sang ibu, dia melapor ke polisi.
Namun saat polisi melakukan penyidikan lebih dalam, mereka menemukan kejanggalan terhadap penuturan korban dengan data yang didapat polisi di lapangan. Untuk proses selanjutnya, data akhir pemeriksaan psikolog dibutuhkan guna proses penindaklanjutan terhadap kasus ini. (FH)

Posting Komentar

0 Komentar