Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Pemuda


Ilustrasi Obat-obatan terlarang (Sumber : MTVN /Syahmaidar)

Maduraday.com, BANGKALAN – (21/10/2018) Transaksi jual beli Narkotika sudah tidak asing lagi dikalangan pemuda saat ini. Penyalahgunaan dan peredaran narkotika dikalangan pemuda sudah sangat mengkhawatirkan, tidak hanya di dareah perkotaan tetapi di daerah terpencil juga. Seperti pengakuan seorang pemuda yang berstatus mahasiswa di salah satu universitas negeri di Madura. “Kita di sini tau dari mulut ke mulut dimana kita bisa dapat barang (ganja) itu, kalau saya beli dari teman, dia dapat barang (ganja) itu dari Surabaya. Harganya juga tidak terlalu mahal, untuk 3 batang kisaran 70ribu-an,” ujar narasumber pertama dari angkatan 2016 yang tidak ingin di sebutkan namanya. 
Narasumber peratama ini juga menuturkan bahwa sebenarnya dilingkup kampus ini tidak ada komunitas untuk para pemakai, tetapi untuk lingkup yang lebih luas ada komunitas bernama Lintas Ganja Nasional (LGN). “Kalau di sini tidak ada komunitasnya kita cuma kumpul biasa aja tanpa ada ikatan, tapi dulu saya pernah masuk komunitas untuk para pemakai yang ada di Indonesia,” tambahnya. Para pemakai narkotika ini menegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada ciptaan Tuhan yang tidak berguna.
Selain narkotika jenis ganja banyak pula yang menggunakan jenis lain sepeti sabu-sabu. Mereka mengaku bahwa awal mula mereka terjerat oleh barang haram tersebut dikarenakan faktor lingkungan yang sangat memperngaruhi. “Awalnya coba punya teman, lama-lama jadi ketagihan, sebenernya juga mau berhenti tapi kalau ketemu temen yang sama-sama pake saya tidak bisa kontrol untuk tidak ikutan pake,” ujar narasumber kedua angkatan 2013 yang menggunakan narkotika jenis sabu. 
Selain karena faktor lingkungan, faktor keluarga juga sangat mempengaruhi, kedua narasumber ini mengakui bahwa ketidak harmonisan keluarga mereka juga yang membuatnya mencari pelarian ketenangan yang tidak mereka dapat di rumah.
Banyak diantara mereka juga yang tidak segan untuk menggunakan barang tersebut di area kampus. “Kita pake di kantin kadang, karena bentuknya yang kaya rokok kadang jadi tidak banyak yang curiga. Tapi kalau yang sama-sama pake pasti tau bedanya” tambahnya. (DT)

Posting Komentar

0 Komentar