Sate Lalat Bikin Ketagihan

Sate lalat khas Pamekasan
(Sumber : Maduraday.com/Distyra Ellikrica Sari)

Maduraday.com, PAMEKASAN – (16/11/2018) Sate selalu identik dengan daging yang dipotong kecil-kecil kemudian ditusuk dengan bambu kecil kemudian di panggang di atas bara api dengan sekumpulan arang sehingga aromanya menyeruak ke hidung para pelanggan. Namun di Pamekasan, Jawa Timur ada makanan yang namanya sate lalat. Sate lalat ini berbeda dengan sate kebanyakan yang dijual orang madura dan hanya ada di Pamekasan.

Bagi orang yang belum pernah menikmati sate lalat, dipastikan akan penasaran dan berasumsi bahwa sate lalat adalah lalat yang di tusuk bambu kecil kemudian dipanggang di atas bara api. Namun asumsi itu keliru ketika sudah duduk dan menyantap kuliner yang ada di Pamekasan, tepatnya di Jl Niaga, Kecamatan Kota Pamekasan. Sate lalat sama dengan sate-sate lainya yakni daging sapi, kambing, ataupun ayam. Namun ukuran potongan daging dibuat lebih kecil dari biasanya, sama seperti ukuran lalat. Setelah dipotong kecil-kecil kemudian ditusuk dengan lidi.

“Kalau ditusuk dengan bambu yang seperti sate lainya itu sulit karena ukuran dagingnya kecil. Kalau menggunakan lidi lebih mudah karena lebih lentur dan tidak merusak potongan daging yang kecil-kecil,” ucap Pak Dul, pemilik warung lesehan yang menyediakan sate lalat.
“Saya harap sate lalat ini terus ada karena sate lalat ini kuliner yang harus dicoba oleh para wisatawan yang berlibur di madura, Khusunya yang datang di daerah Pamekasan,” ujar Fauzi pelanggan sate lalat.

Harga kuliner yang satu ini cukup terjangkau dengan harga Rp 12.000 satu porsi terdiri dari dua puluh tusukan sate dan satu buah lontong yang di potong kecil-kecil atau satu piring nasi putih. Sate lalat ini hanya dijual pada sore hingga malam hari.(D&R)

Posting Komentar

0 Komentar