Sebagai Upaya Pelestarian Kesenian, Bangkalan Mengadakan Pesta Kesenian Bertema Kerronga Ateh

Wakil bupati ketika memotong pita pembukaan pesta kesenian di Bangkalan
 (Sumber : Maduraday.com/Jakfar)

Maduraday.com, BANGKALAN – Ada beragam cara untuk melestarikan budaya dan memperkenalkan sejarah pada generasi muda. Salah satu upaya itu ditampilkan dalam pagelaran pesta kesenian bertemakan Kerronga ateh #2, yang digelar di taman Paseban Bangkalan 23 – 25 november 2018. 
Acara yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini menyuguhkan beberapa seniman dan kebudayaan yang menampilkan keseniannya masing – masing, diantaranya ada Sanggar Tarara, Sanggar Paseban, Sanggar Maharani, Komunitas Masyarakat Lumpur, Perupa Bangkalan, dan Paddhang tresna. Pertunjukan tersebut menampilkan seni tari, seni rupa, teater, drama, kroncong, dan sebagainya. 
“Pesta kesenian ini dilaksanakan guna memelihara dan melestarikan seni budaya sebagai aset budaya Bangkalan, mengembangkan kreatifitas dan apresiasi para seniman yang ada di Bangkalan. Selain itu juga bertujuan untuk menarik wisatawan untuk mengunjungi Kabupaten Bangkalan. “ ucap Lily Setyawati selaku ketua pelaksana pagelaran pesta kesenian. 
Acara ini juga di hadiri oleh wakil bupati Bangkalan Bapak Drs. H. Mohni, dalam sambutannya wakil bupati Bangkalan tersebut mengatakan bahwa pesta kesenian tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah kabupaten Bangkalan dalam rangka pembinaan seni dan budaya dan guna menempatkan fungsi seni Bangkalan sebagai modal agar tetap lestari dan dinamis, serta sekaligus sebagai bentuk realisasi kinerja 100 hari bupati dan wakil bupati Bangkalan dalam rangka memajukan seni dan budaya di Bangkalan. 
“Kerronga ateh artinya rindu, kangen, dalam kangen tersebut diekspresikan dalam bentuk seni dan budaya, sebagai upaya menyalurkan aspirasi bagi seniman yang ada di Bangkalan. “ ujar wakil bupati Bangkalan Drs. H. Mohni. (CH

Posting Komentar

0 Komentar