Tak Mampu Mabuk Miras, Ngelem pun Jadi  

Polisi mengamankan pelaku mabuk lem yang masih berusia di bawah umur. (Sumber : DetikNews)

Maduraday.com, SURABAYA – 10 anak tertangkap basah sedang ngelem, dilansir dari detik.com mereka dipergoki polisi sedang nge-fly alias teler di balai RT 03 RW 02 Jalan Kutisari Selatan 1, Tenggilis. Mereka pun segera dibawa ke polsek Tenggilis Mejoyo.
“Saat itu kami sedang patroli, lalu ada ibu-ibu yang melapor kalau ada anak-anak sedang ngelem di balai RT, kami datangi tempat itu dan benar kami dapatkan mereka sedang teler,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh suhandono, Senin (12/11/2018). Saat didekati, Puguh melihat 10 anak sedang duduk-duduk tanpa memperdulikan sekitarnya. Di tanganya tergenggam plastik bening dengan cairan kental berwarna kuning di dalamnya.
Dari hasil pemeriksaan, kesepuluh anak yaitu 8 laki-laki dan 2 perempuan itu terdiri dari 9 anak di bawah umur dan 1 remaja. Sebagian besar dari mereka merupakan pelajar SMP. Tetapi ada dua anak yang putus sekolah.
Selain mengamankan 10 yang ngelem, polisi juga menemukan sarana lem yang digunakan mereka untuk fly atau teler. “Itu dibelinya dengan cara patungan mereka anak sekolah mendapatkan uang sakunya dari mana. Walaupun lemnya itu tidak mahal, tapi anak-anak uang sakunya dari mana,” jelas Puguh.
Puguh mengatakan 10 anak itu sempat disuruh mempratikkan bagimana cara ngelem. “Lem tersebut dipindahkan ke dalam kantong plastik berukuran kurang lebih ½ liter. Kemudian plastiknya dibuka dan mereka hirup aromanya, satu kantung plastik yang berisikan lem tersebut bisa digunakan secara bergiliran” ungkap Puguh.
Ada satu lagi alasan anak-anak ngelem. Selain murah mereka ngelem hingga teler sebagai pengganti mabuk minuman keras (miras). Bila mabuk miras mereka tak mampu karena harganya yang relatif mahal bagi mereka. Selain itu mabuk meninggalkan bekas berupa bau. Jika ngelem, tak ada bekas yang bisa membuat orang tua curiga. (RDJ)

Posting Komentar

0 Komentar