“Tanean Lanjhang“ Wujud Kearifan Masyarakat Madura



salah satu pemukiman masyarakat bangkalan yang menggunakan tradisi tanean lanjhang. (Sumber : Achmat dicky S )


Maduraday.com, Bangkalan- Tanean Lanjhang merupakan pemukiman tradisional Madura. Pola pemukiman ini diidentikkan dengan kumpulan rumah yang terdiri atas keluarga-keluarga yang mengikatnya.
Salah satu daerah yang masih khas dengan pola pemukiman ini adalah Desa Jeddih, Kecamatan Socah, Bangkalan. Di daerah tersebut masih tampak bangunan-bangunan yang yang tersusun dengan pola memanjang, dalam lingkup tersebut biasanya terdiri atas 2 sampai 10 rumah, penghuninya berasal dari masyarakat yang memiliki garis keturunan yang sama terdiri dari orang tua, anak, cucu, cicit, dan seterusnya. Inilah salah satu alasan mereka membangun hunian dengan jarak yang dekat, guna mempererat tali silaturahmi antar sesama.
“Kami memang sengaja membangun rumah berdekatan, agar rasa persaudaraan kami tidak hilang,” ujar Lilik (36) salah satu masyarakat Desa Jeddih yang menerapakan pola pemukiman tanean lanjhang. Kamis (15/11/18).
Selain untuk mempererat tali silaturahmi, pola pemukiman ini juga strategis dan beresensi. Susunan rumah disusun berdasarkan hierarki dalam keluarga. Barat-timur adalah arah yang menunjukkan urutan tua-muda. Di ujung paling barat terletak langgar (musholla), Sedang ujung timur biasanya dibangun kandang.
“Pola pemukiman ini mungkin sudah jarang ditemui sekarang karena sudah banyak perumahan-perumahan yang biasanya dihuni oleh para pendatang. Padahal tanean lanjhang ini sangat baik apabila dilestarikan, karena ini adalah salah satu kebudayaan leluhur yang banyak maknanya, kita bisa tertata antara yang tua dan yang muda, selain itu keasrian dan ketentraman juga lebih mudah didapat,” jelas Lilik. (SB)

Posting Komentar

0 Komentar