Varian Lomba Pasca Dies Natalis Pendidikan IPA 2018

Panitia memberikan  penjelasan tentang acara lomba pasca dies natalis Pendidikan IPA. (Sumber : Maduraday.com/Asmaul Fauziyah)

Maduraday.com, BANGKALAN - (09/11/2018) Pendidikan IPA merupakan satu dari dua puluh enam Prodi Program Sarjana yang ada di Universitas Trunojoyo Madura. Pendidikan IPA didirikan pada tanggal 5 Oktober 2012. Setiap tahunnya mahasiswa Pendidikan IPA merayakan hari lahirnya prodi tercinta atau yang sering disebut dies natalis Pendidikan IPA.

Guna memeriahkan dies natalis Prodi Pendidikan IPA yang memasuki usia  ke- 6, panitia acara menyelenggarakan berbagai lomba yang telah berlangsung sejak 5 hingga 28 November 2018. Lomba tersebut meliputi, badminton, futsal, volly, paduan suara, outboand, media pembelajaran, debat, dan drama. Selain lomba, juga terdapat seleksi untuk menjadi Duta Pendidikan Ipa dan Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) 2018.

Perlombaan itu dilaksanakan ditempat yang berbeda-beda seperti, GSC, Lapangan Teknik, dan Lapangan FISIB. Acara tersebut diikuti oleh Mahasiswa Pendidikan IPA mulai dari semester 1 hingga semester 7.

Dengan mengangkat tema “Ekspresikan Keragaman Budaya Demi Semarak 6 Tahun Pendidikan IPA” Septiaya Alifiyah (Ketua Pelaksana) berharap mahasiswa Pendidikan IPA benar-benar dapat menghargai suatu keragaman karena dengan keragaman itu kita bisa mempelajari karakter atau budaya dari berbagai suku yang ada di Indonesia dan juga dapat menumbuhkan rasa kekluargaan & meningkatkan silaturahmi sesama mahasiswa Pendidikan IPA.

“Karena dukungan dan doa semua pihak, Alhamdulillah kita bisa menyelenggarakan acara yang setiap tahun selalu dilakukan ini. Semoga peringatan setiap tahunnya bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa membuat Pendidikan IPA menjadi lebih solid, kompak dan lebih berprestasi. Sampai sejauh ini, mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti lomba. Ayo lebih baik lagi sesuai dengan bidang dan peran masing-masing,” kata Septi membakar semangat para mahasiswa Pendidikan IPA.

Meskipun Prodi Pendidikan IPA masih seumur jagung, mereka bias membuaut acara semeriah ini, sehingga meninggalkan banyak kesan bagi peserta lomba.  Tidak hanya bersenang-senang saja, namun kita bermain sambil belajar pentingnya saling menghargai keragaman. Siti Munajah menceritakan, semua perlombaan sangat membantu dia untuk mendapatkan pengalaman yang baru diluar kelas.
 
“Di momentum perayaan dies natalis seperti ini yang menjadikan perlombaan sebagai alat mempersatu keragaman budaya, mahasiswa mendapatkan pengalaman-pengalaman di luar kelas, menempah mahasiswa menjadi lebih inovatif dan kreatif. Dengan adanya dies natalis, mahasiswa bisa sedikit istirahat dalam tugasnya membuat laporan yang dirasa sebagian individu membebani mereka,” ujar Siti Munajah semester 3 tersebut. (AF)

Posting Komentar

0 Komentar